Review Mobile Legends: Adventure, Kurang Greget dari Biasanya

Sejak dirilis pada tahun 2016 lalu, game Mobile Legends: Bang Bang hingga kini masih tetap diganderungi oleh sebagian pengguna smartphone, tak ketinggalan di Indonesia. Sejak tiga tahun lalu itu, Moonton selaku developer terus memberikan update, mulai dari menghadirkan hero baru, perubahan peta, hingga revamp beberapa hero.

Meski demikian, tidak ada yang menyangka jika Moonton akan menggarap sekuel dari Mobile Legends, sampai tiba-tiba muncul iklan Mobile Legends: Adventure di sejumlah media sosial. Iklan mengenai game baru ini memang gencar dilakukan.

Saya pun termasuk yang menjadi sasaran iklan ML: Adventure tersebut. Meski demikian, sekuel Mobile Legends ini memiliki genre permainan yang berbeda dari yang utama. ML: Adventure bukan lah game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).

Rekomendasi HP terlaris di Bukalapak

Nah, lalu seperti apa sih game ML: Adventure ini? Simak ulasan dari kami berikut ini!

Satu universe

Sesuai namanya, game in masih mengadaptasi universe atau dunia yang sama dengan Mobile Legends biasanya. Hanya saja di ML: Adventure ini kamu akan diajak untuk mendalami kisah yang terjadi di Land of Dawn yang tak lain adalah dunia tempat para hero Mobile Legends ini berada.

Alur ceritanya sendiri sebenarnya sangat simple, di mana kamu akan berjuang bersama dengan para pejuang Land of Dawn dalam memberantas pasukan Darkness yang ingin mengacau di Land of Dawn. Di awal cerita kamu langsung menggunakan Layla dan Tigreal sebagai hero pemula.

Semakin jauh kamu bertarung, maka kamu bisa merekrut hero baru. Cerita utamanya sendiri dikemas dengan mode Campaign yang dibagi menjadi beberapa chapter. Lalu apa sih rahasia di balik Land of Dawn ini? Untuk mengetahui lebih lanjut alur cerita ML: Adventure tentu kamu harus memainkan game ini.

Dari MOBA jadi RPG

Moonton sendiri menyebut genre permainan yang ditawarkan oleh ML: Adventure ini sebagai ‘Iddle RPG Strategy Card Game’. Hufft panjang bukan? Tapi memang itu yang disodorkan oleh Moonton lewat game terbarunya ini.

Sebelum menginstall game ini saya sendiri sempat berpikiran bahwa ML: Adventure akan memiliki mode permainan dengan sistem turn-based. Pemikiran ini muncul ketika melihat gaya pertarungan yang menampilkan hero berbaris dengan musuh di depannya.

Namun, ketika saya sudah menjajal game ini, ternyata memang bukan game turn-based. Dan sesuai dengan apa yang dikatakan Moonton, yakni ‘iddle RPG’, kamu benar-benar bisa memainkan ini bahkan sambil kerja, makan, (asal jangan sambil mandi ya), dan lainnya.

Tugasmu hanya menyusun hero di barisan yang disiapkan. Sepertinya satu barisan ini bisa diisi hingga enam hero. Namun, karena saya masih di stage awal, maka hanya bisa diisi hingga lima. Selain menyusun, kamu juga harus memperhatikan elemen.

Di sini semua hero dibagi menjadi beberapa tipe dan kelas. Untuk tipe, ada lima tipe yang terdiri dari Elemental, Tech, Martial, Light, dan Dark. Agak berbeda memang dengan game Mobile Legends biasanya. Kalau di Mobile Legends yang MOBA pastinya tipe hero itu ada Tank, Marksman, Fighter, Assassin, Support, dan Mage. Nah, tapi di sini bukan seperti itu.

Moskov misalnya, ia masuk ke dalam tipe Dark. Sementara Layla, Bruno, dan Jawhead masuknya ke Tech. Lalu antara satu elemen dengan yang lain juga punya kelemahan dan kekuatan. Tapi, saya juga masih bingung nih.

Ketika mengeluarkan skill ada efek animasinya, tapi bisa dimatikan juga kok. foto: Bukareview

Bingungnya karena kamu tidak bisa mengarahkan siapa menyerang siapa. Seperti yang dikatakan Moonton, game ini benar-benar membuatmu iddle. Baik hero maupun musuh menyerang secara otomatis tanpa diarahkan.

Paling, kamu hanya memencet kartu hero yang sudah siap mengeluarkan ultimate. Itu pun sekali lagi menyerangnya otomatis dan tidak bisa diarahkan! Gabut banget dong? Sudah pasti! Makanya banyak banget reviewer yang bilang bahwa game ini cocok buat gamer Mobile Legends yang hobi AFK (Away From Keyboard).

Mau lebih gabut lagi? Kamu pecet deh tombol auto. Lho, udah otomatis masih ada tombol auto? Buat apa tuh? Ya supaya bikin kamu tambah gabut. Kamu tak perlu lagi tuh pencet salah satu kartu hero untuk mengaktifkan ultimate, karena sudah otomatis.

Bosen main game mobile? Main game PC pakai rekomendasi PC gaming ini

PC GAMING DA QUAKE CORE 5
Rp. 10.999.000
Pc Gaming i7 8700K Coffelake Super High End Feat GTX1070 8GB PUBG Ultra Terlaris
Rp. 24.999.000

PC GAMING DA GD 4 TI

Rp. 5.999.000
Rp. 24.999.000

9

Atur item

Item menjadi hal yang penting ketika bermain Mobile Legends. Pemilihan item yang tepat untuk hero merupakan kunci kemenangan tersendiri. Begitu juga dengan ML: Adventure ini, di mana kamu juga bisa memasukkan item untuk hero-mu pada meu Equipment.

Item yang tersedia di game ini sama persis dengan yang ada di Mobile Legends, seperti misalnya item healing necklace untuk menambah HP dan magic resistant, lalu ada juga vampire mallet dan javelin untuk item menyerang, dan masih banyak lainnya.

Sejauh ini item yang saya temukan merupakan item basic atau item leve 1 di Mobile Legends. Entah apakah ada item level 3 nantinya atau tidak. Jawabannya bisa kamu cari sendiri ya dengan memainkannya.

Untuk mendapatkan item ini tidak susah kok. Biasanya item ini drop ketika melawan musuh. Kalau kamu bingung mau pasang yang mana, tersedia juga fitur quick equip yang sepertinya ini otomatis menyesuaikan item dengan hero.

Grafis ala anime

 
Grafis yang ditampilkan bergaya anime. foto: Bukareview

Penggunaan visual dengan bergaya anime memang sudah banyak diterapkan di sejumlah game mobile RPG. ML: Adventure pun ternyata juga mengadopsi gaya visual anime tersebut. Visual ala anime ini muncul ketika sedang masuk ke dalam cut scene.

Di sana kamu akan melihat bagaimana imutnya karakter Layla dan Rafaela. Selain mengusung visual ala anime, developer juga menggabungkannya dengan visual seperti manga atau komik, lengkap dengan strip.

Harus diakui bahwa tampilan para hero yang ada di ML: Adventure ini memang sedikit berbeda dari yang biasanya. Untuk tampilan animasinya atau di dalam game pun demikian. Ada yang terlihat keren, seperti misalnya Rafaela, Layla, dan Cyclop, namun ada juga yang terlihat jadi aneh.

Developer di sini berusaha mempertahankan efek animasi skill yang keluar dari setiap hero. Yang menariknya lagi, kamu juga akan mendengar pengisi suara yang sama dengan di Mobile Legends. Meski demikian sayangnya voice dari hero ini terbatas pada saat hanya mengeluarkan skill dan ketika memilih-milih di menu hero. Keterbatasan bukan cuma sampai di situ saja, ada juga beberapa hero malah yang tidak punya pengisi suara. Padahal di iklan-iklannya ditulis bahwa game ini mendapat lisensi resmi dari Moonton.

Sistem gatcha

Seperti yang sudah pernah disingung sebelumnya, game ini juga menyuguhkan elemen kartu (card game). Herohero yang ada dikemas dalam bentuk kartu. Nah, tapi seperti biasa ada sistem in-app purchase dengan menggunakan mekanisme gatcha.

Mekanisme gatcha ini memang sering dipakai di sejumlah game mobila dengan harapan bisa meraup keuntungan besar dari penggunanya. Begitu pula dengan ML: Adventure ini, di mana game ini menggunakan dua mata uang, yakni battle point dan diamond.

Battle point dipakai untuk melakukan upgrade hero. Sementara diamond untuk men-draw hero baru. Satu kali draw dibutuhkan 280 diamond dan 10 kali draw membutuhkan 2.500 diamond. Lalu, apakah kamu bisa mendapatkan hero kelas Epic dengan mudah?

Saya sendiri baru dua kali draw dengan 2.500 diamond. Yang pertama saya sukses mendapatkan hero Epic Moskov. Yang kedua, kebanyakan malah hero Common. Entah berapa tingkat kesuksesannya apakah sesulit draw di Mobile Legends biasanya atau tidak.

Kesimpulan

Bagi penggemar Mobile Legends yang penasaran dengan game ini, mungkin bisa mencoba untuk memainkannya. Saya sendiri termasuk yang penasaran, seperti apa sih sekuel dari Mobile Legends ini. Namun, setelah memainkannya selama beberapa saat saya pun merasakan jenuh.

Rasa jenuh di sini karena ML: Adventure adalah tipikal iddle game. Berbeda dengan Mobile Legends yang penuh aksi dengan kombinasi tombol di sana-sini. Saya pun sedikit kecewa karena awalnya saya kira mengusung mekanisme turn-based yang memungkinkan kamu untuk menyerang musuh yang mana pun kamu mau.

Tapi pada kenyataannya menyerang dilakukan otomatis. Jadi, kamu tidak bisa menyerang musuh yang mungkin kamu anggap sulit terlebih dahulu. Serangan akan otomatis mengarah pada musuh yang berada sebaris denganmu atau yang paling depan.

Paling kalau seperti Moskov yang punya ultimate serangan tombak bisa menembus musuh hingga ke belakang. Akan tetapi, ia hanya bisa menyerang dengan ultimate hanya musuh yang di barisannya. Jika musuh tidak ada di barisan, maka serangan akan percuma.

Nah, itu dia tadi ulasan mengenai ML: Adventure. Kalau tertarik memainkannya, kamu bisa mengunduhnya secara gratis di Android dan iOS.

Dilansir Dari: rpp-kputangsel.id