14 Cerita Rakyat Singkat: Jaka Tarub Dan 7 Bidadari

14 Cerita Rakyat Singkat: Jaka Tarub Dan 7 Bidadari Dalam Bahasa Inggris

jaka-tarub-dan-7-bidadari

Jaka Tarub Dalam Bahasa Inggris

Pada suatu saat di masa lalu yang jauh, Jaka Tarub menggendong seorang pria bernama Nyi Randa Tarub, dia tinggal bersama anaknya Jaka Tarub, yang suka berburu di kawasan hutan.

  • Jaka Tarub : Bu, aku harus berburu rusa di hutan
  • Nyi Tarub : Oke nak, tapi waspadalah
  • Jaka Tarub yang tinggal di Jawa mencoba berburu di kawasan Gunung Keramat. Ada sebuah danau di gunung tempat tujuh goblin mandi.
  • Angel1: Saudari di sini kita akan mandi
  • Malaikat2: Oke
  • Angel3: Oke, udaranya terlalu dingin
  • Malaikat4: Luar biasa
  • Angel5: lebih baik percaya….
  • Angel6: Kedengarannya bagus
  • Malaikat 7: ya kakak
  • Jaka Tarub membawa utusan yang diberkati dengan selendang. Ketika utusan ketujuh yang diberkati keluar dari kamar mandi, enam dari tujuh perahu nelayan pergi ke surga.
  • Jaka Tarub: semua wanita muda – wanita muda ini sangat cantik. Apakah bisa dibayangkan bahwa mereka adalah sahabat surgawi, ya…. Apa ini? Saya harus memiliki intisarinya.
  • Malaikat 1 : Kak, surga mulai mendung, bagaimana kalau kita mendayung kembali ke surga
  • Nawang Wulan : Syal…? Astaga, aku kehilangan syalku.

Dia heran apa yang terjadi ketika dia kehilangan syalnya, karena tanpa dia dia tidak bisa menanggung perjalanan ke surga.

  • Angel1: Apa yang kamu lewatkan?
  • Angel2: bagaimana itu bisa dibayangkan?
  • Angel4: ayo kita cari!
  • Malaikat3: murah hati…. Hari sudah gelap, kami harus pergi dari sini
  • Nawang Wulan (Malaikat 7): Bagaimana dengan saya?
  • Angel5: Tidak ada yang bisa kami lakukan, saudari … kami harus meninggalkanmu
  • Nawang Wulan: Tolong jangan biarkan saya duduk tanpa gangguan
  • Semua Sister Angel telah beralih ke Surga dan meninggalkan Angel 7 sebagai Nawang Wulan.
  • Jaka Tarub : Halo… nona muda, apa yang terjadi?
  • Nawang Mulan: Guru tolong saya, saya adalah bidadari surga, saya kehilangan selendang saya, saudara perempuan saya pergi. Aku tidak punya siapa-siapa di sini.
  • Jaka Tarub: Astaga, belajar itu. Saya berharap untuk membantu Anda, apakah Anda harus pergi ke rumah saya?
  • Nawang Wulan: Sangat dihargai, Oh, saya mengabaikan, nama saya Nawang Wulan, siapa nama Anda?
  • Jaka Tarub: Orang-orang memanggil saya Jaka Tarub

Jaka Tarub tampak menghampirinya saat mereka berbincang. Hamba langit ketujuh bernama Dewi Nawangwulan mulai menatap semua mata dengan Jaka Tarub, mungkin memang begitu. Mereka telah rela berani memiliki seorang gadis bernama Dewi Nawangsih.

Sepanjang hidupnya sebagai pembantu rumah tangga, Nawangwulan tak henti-hentinya menguras tenaganya. Semuanya kurang menuntut. Anda gandum untuk memasak nasi dengan cara yang misterius hanya menggunakan energi Anda. Suatu hari seperti ini tiba-tiba, Jaka Tarub memotong prinsip kebijakan Nawangwulan yang tidak akan melepaskan penanak nasi. Oleh karena itu, Nawangwulan kehilangan mantranya. Sejak saat itu, dia memasak nasi seperti kebanyakan wanita konvensional.

Akibatnya, pasokan beras langsung habis. Saat beras habis, Nawangwulan menemukan peninggalan selendang yang disembunyikan di kakus. Melihat hal ini, Nawangwulan menjadi sangat marah, sehingga tidak mungkin untuk mengatakan bahwa pasangannya adalah orang yang mencuri barang tersebut.

Jaka Tarub memohon padanya untuk tidak mundur ke surga. Bagaimanapun, keputusan Nawangwulan telah dibuat. Untuk keperluan bayi Nawangsih saja, apakah dia bersedia datang dengan bijaksana untuk menguatkan seorang diri.

Di beberapa titik di masa depan, Jaka Tarub kemudian menjadi pelopor kota sebagai Ki Ageng Tarub dan pendamping Raja Majapahit UB. Suatu hari Keris UB mengirimkan Kyai Mahesa menular, sehingga dirawat oleh Ki Ageng Tarub.

Utusan UB yang mengantarkan pisau bernama Ki Ageng Masahar dan Bondan Kejawan, anaknya yang dipeluk. Ki Ageng Tarub mengetahui apakah Mariah Kejawan memang anak UB secara fitrah. Dengan pemikiran itu, pemuda itu diminta untuk tinggal bersama di kota.

Sejak saat itu, Bondan Kejawan dipeluk oleh Ki Ageng Tarub dan berganti nama menjadi Lembu Peteng. Ketika Nawangsih beranjak dewasa, mereka diborgol.

Setelah Jaka Tarub menendang ember, Lembu akan menggantikan Peteng Bondan Kejawan dengan Ki Ageng Tarub. Nawangsih sendiri melahirkan seorang anak bernama Ki Getas Pandawa.

Ki Ageng Getas Pandawa kemudian memiliki seorang anak bernama Ki Ageng Sela, yang merupakan kakek kolosal dari Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram.

Sumber :