Definisi epistemologi: sumber, aliran, perbandingan

Definisi epistemologi
Buka baca cepat

Epistemologi berasal dari Epistem dan Logos Yunani. Episteme biasanya berarti pengetahuan atau kebenaran, dan logos berarti pikiran, kata atau teori. Secara etimologis, epistemologi dapat diartikan sebagai epistemologi yang benar, dan biasanya hanya disebut sebagai epistemologi, yaitu epistemologi dalam bahasa Inggris. Epistemologi (ma’rifah) dalam bahasa Arab memiliki banyak kegunaan, tetapi biasanya memiliki arti pengetahuan, kesadaran, dan informasi. Terkadang digunakan dalam pengertian pencerahan khusus (idrak juz’i / persepsi khusus), terkadang juga digunakan dalam pengertian ilmu yang sesuai dengan kenyataan dan membangkitkan kepastian dan keyakinan. Pengetahuan, yang merupakan subjek epistemologi, dapat memiliki satu makna atau lainnya. Pembahasan epistemologis tidak terbatas pada satu jenis pengetahuan. Konsep ilmu merupakan salah satu konsep yang paling jelas dan paling jelas (badihi / self-proofent).

Virus-Zika-Pengertian-Sifat-Penyebab-Pencegahan-Pengobatan

Epistemologi dapat diartikan sebagai “bidang ilmu yang berhubungan dengan pengetahuan manusia dalam berbagai jenis dan ukuran kebenaran. Teori epistemologis sangat erat kaitannya dengan masalah gagasan. Menurut Plato, ilmu (ma’rifah) tidak lebih dari sebuah ingatan, artinya ketika indera kita memperhatikan sesuatu, kita diingatkan akan teladannya (mutsul) dan ilmu yang kita peroleh jika kita masih hidup di alam. alam di mana kita dapat melihat ide asli dengan mengabstraksi gambar dari bentuk-bentuk indera. Dan karena epistemologi merupakan bagian dari filosofi yaitu tentang “Bagaimana cara kita memperoleh ilmu?” Untuk menemukan jawabannya, pertama-tama kita harus mengetahui sumber pengetahuan dan baik kemunculan pengetahuan maupun asal-usul pengetahuan. Dan harus menggunakan metode ilmiah agar pengetahuan dapat menentukan kebenarannya.
Sumber Epistemologis

Sumber daya epistemologis

Epistemologi tidak dapat menghindari pembahasan tentang sumber-sumber pengetahuan darimana materi tersebut diperoleh. Menurut para filsuf, sumber tidak lain adalah indera, pikiran dan hati.

Ada juga yang berpendapat bahwa sumber epistemologi antara lain:

1. Alam adalah sumber epistemologi

Salah satu sumber epistemologi adalah alam semesta ini. Yang dimaksud dengan alam adalah alam materi, alam waktu dan ruang, alam gerak, alam tempat kita hidup saat ini, dan kita berhubungan dengan alam ini dengan menggunakan berbagai organ indera kita. Sedikit sekali fakultas yang menolak alam sebagai sumber epistemologi, namun baik dulu maupun sekarang ada sebagian ulama yang tidak menerima alam sebagai sumber epistemologi. Platon tidak mengakui alam sebagai sumber epistemologi karena hubungan antara manusia dan alam muncul melalui alat indera, dan itu istimewa (juz’i) karena dia percaya yang partikular bukanlah esensi. Pada dasarnya ia hanya mempercayai hubungan sebagai sumber epistemologi dan menggunakan metode argumentasi di mana Plato menyebut metode dan metode tersebut “dialektika”.

2. Hubungan dan hati

Hubungan hati adalah dua sumber epistemologi lainnya. Sumber lain yang akan dibahas adalah masalah kekuatan nalar dan jiwa manusia. Setelah kita mengetahui bahwa alam ini adalah “sumber eksternal” untuk epistemologi, apakah orang memiliki “sumber dalam” untuk epistemologi atau tidak? Hal ini tentunya berkaitan erat dengan masalah relasi, berbagai hal rasional, berbagai hal yang wajar. Ada beberapa kemampuan yang mengklaim bahwa kita memiliki (“sumber batin”) sementara beberapa lainnya menyangkal keberadaannya. Ada beberapa fakultas yang percaya pada pemisahan akal dari indera dan yang lainnya tidak percaya pada pemisahan akal dari indera.

3. Sejarah adalah sumber epistemologi lainnya

Sejarah adalah sumber epistemologi lain yang dianggap sebagai sumber yang sangat penting saat ini. Alquran juga sangat mementingkan sumber ini. Karena menurut Al-Qur’an ada sumber lain selain alam, akal dan hati, yaitu sejarah. Jika kita mengatakan bahwa alam adalah sumber epistemologi, maka alam juga mengandung sejarah. Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa sejarah adalah bahan kajian. Dengan demikian, sejarah merupakan salah satu sumber epistemologi. Seperti yang dinyatakan dalam sebuah ayat. Dalam salah satu ayat ini muncul pertanyaan, mengapa tidak memesannya

 

LIHAT JUGA :

https://teknologia.co.id/
https://butikjersey.co.id/
https://kabarna.id/
https://manjakani.co.id/
https://sewamobilbali.co.id/
https://deevalemon.co.id/
https://cipaganti.co.id/
https://pulauseribumurah.com/
https://pss-sleman.co.id/
https://mitranet.co.id/