cara-mencari-keyword-website

Cara Mencari Keyword Website dengan Benar

Keyword atau kata kunci merupakan bagian dari optimasi SEO (Search Engine Optimization). Optimasi ini tergolong penting dan vital di dalam SEO. Sederhananya, riset keyword adalah mencari kata kunci yang sering diketikkan oleh pengguna pada mesin pencari. Namun, tidak asal mencari, kata kunci tentu harus relevan dengan konten yang dibuat.

cara-mencari-keyword-website

Selain untuk Google, riset keyword juga menjadi bagian penting dalam SEO Youtube. Namun, yang akan dibagikan di sini hanyalah riset keyword untuk website saja. Bagi yang sudah penasaran ingin tahu caranya, berikut penjelasannya.

Mengenal Jenis-Jenis Keyword

Pertama-tama, Anda harus mengenal jenis-jenis dari kata kunci sebelum mencarinya. Kata kunci sendiri terbagi ke dalam 4 jenis berikut:

  1. Jenis Short Tail Keyword

Kata kunci ini dikenal juga dengan sebutan kata kunci utama. Umumnya, short tail keyword hanya terdiri dari satu atau dua kata saja. Contohnya seperti “resep makanan”, “kuliner Bandung”, “harga motor”, “game terbaru”, dan masih banyak lainnya.

Jenis kata kunci ini terbilang cukup tinggi tingkat persaingannya. Hal tersebut dikarenakan, jenis keyword ini banyak sekali digunakan. Bagi pemula, jenis keyword ini cukup berat jika tidak didukung oleh skill SEO yang baik.

Jasa SEO: https://seo.web.id

  1. Jenis Long Tail Keyword

Untuk kata kunci ini, sering juga dikenal dengan sebutan keyword turunan. Sesuai namanya, jenis long tail keyword lebih panjang dari short tail keyword. Contohnya seperti “resep nasi goreng ayam”, “cara membuat resep nasi goreng yang lezat”, “wisata kuliner di Bandung”, dan lainnya.

Bagi pemula, jenis keyword ini sangat disarankan. Karena, long tail keyword akan lebih mudah untuk meraih posisi terbaik di hasil pencarian. Anda juga bisa menggabungkan jenis keyword ini dengan kata kunci utama.

  1. Jenis Keyword Musiman

Kata kunci jenis ini umumnya tidak memiliki umur yang panjang. Sifatnya hanya sementara karena diambil dari informasi populer yang tidak bertahan lama. Misalnya seperti keyword yang diambil dari berita hasil pertandingan MU VS Manchester City di tanggal tertentu.

  1. Jenis Keyword Abadi

Nah, jenis kata kunci ini paling banyak peminatnya. Karena, keyword ini akan bertahan lama dan selalu dicari. Jenis kata kuncinya bisa diambil dari berbagai informasi. Misalnya seperti “cara melangsingkan badan”, “resep ayam goreng kecap”, “gejala penyakit DBD”, dan lain sebagainya.

Cara Riset Keyword Termudah

Dewasa ini, mencari kata kunci untuk konten website tidak terlalu sulit. Ada banyak keyword tool yang bisa dimanfaatkan.  Tanpa berlama-lama, yuk simak cara-caranya berikut ini:

  1. Pilih Tools untuk Pencarian

Seperti yang disinggung di atas, saat ini ada cukup banyak tools mencari keyword di internet. Ada yang berbayar, ada juga yang gratisan. Beberapa tools yang paling direkomendasikan yaitu seperti:

  • Ubersuggest
  • Ahrefs
  • Google Keyword Planner
  • Answer the public
  • Keyword shitter
  • Keyword Everywhere
  • Keyword Finder io
  • Dan lain-lain

Tools di atas, ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Silahkan Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

  1. Perhatikan Volume Pencarian

Jika sudah memilih tools yang tepat, silahkan mulai lakukan riset. Ketikkan kata kunci yang diinginkan. Setelah muncul hasilnya, perhatikanlah search volume atau volume pencarian. Indikator ini akan menunjukan volume pencarian keyword yang Anda riset. Seberapa banyak keyword tersebut dicari di Google.

  1. Pilih Saran Kata Kunci

Setiap tools umumnya dibekali dengan fitur keyword suggestion, atau saran kata kunci. Misalnya, Anda mencari kata kunci “wisata Bali”. Setelah dicari, maka tools di atas juga akan memberikan saran lain. Contoh saran lainnya seperti “wisata di Bali yang instagramable”, “wisata di Bali terpopuler”, dan lainnya.

Saran kata kunci biasanya jenis long tail keyword. Anda bisa menggunakannya untuk digabungkan dan diaplikasikan pada artikel. Saran kata kunci wajib Anda masukkan ke dalam konten. Karena, 70% hasil pencarian Google berdasarkan dari jenis kata kunci ini.

  1. Tingkat Kesulitan Kata Kunci

Semakin tinggi tingkat kesulitan keyword, semakin sulit untuk Anda bersaing. Itulah kenapa, Anda harus memperhatikan indikator keyword difficulty atau tingkat kesulitan keyword. Tujuannya agar konten Anda mudah bersaing dengan para kompetitor.

Tools pencarian kata kunci umumnya sudah dibekali dengan fitur ini. Untuk mengetahui tingkat kesulitannya, di dalam tools terdapat skala 0-100 untuk pencarian keyword yang dilakukan. Semakin besar angka skalanya, semakin tinggi tingkat persaingannya.

Jika Anda memilih kata kunci dengan tingkat persaingan yang tinggi, maka akan membutuhkan banyak backlink untuk menandinginya.

  1. Perhatikan SERP

SERP atau Search Engine Result Page, akan menunjukkan halaman-halaman yang berada pada posisi teratas hasil pencarian kata kunci yang diriset. Fungsi dari fitur SERP ini, yaitu untuk melihat seberapa jauh kualitas website kompetitor.

Cara memanfaatkannya sangat sederhana. Jika muncul hasil SERP ini, silahkan Anda klik beberapa website yang menempati peringkat teratas. Pelajari bagaimana website tersebut bisa menduduki posisi pertama. Cara mempelajarinya mulai dari cara pembuatan artikel, penempatan keyword, dan lainnya.

Kesimpulan

Membuat konten tanpa riset kata kunci sama dengan menembakkan senjata secara membabi buta. Ujungnya, “tembakan” Anda tidak akan menyasar pada target yang tepat. Itulah fungsi utama dari kata kunci yang Anda riset terlebih dahulu.

Dengan melakukan riset, konten Anda akan lebih terarah. Sasarannya bahkan bisa menjangkau semua orang yang membutuhkan informasi yang Anda buat. Hal ini tentu wajib diperhatikan, khususnya untuk para digital marketer.

Demikian penjelasan cara riset keyword pencarian tinggi dengan persaingan rendah. Dari penjelasan di atas, sedikit banyaknya kini Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan agar trafik website bisa meroket tajam.